Tanam Benih dengan Drum Seeder: Wujudkan Pertanian Padi Modern di Subak Piakan
Gianyar, 21 Agustus 2026 — Upaya mendorong modernisasi pertanian padi terus dilakukan melalui penerapan teknologi yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan petani. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Tanam Benih Langsung (TABELA) di PM AAS, Subak Piakan, Desa Batubulan Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, dengan luas areal sekitar 1 hektare.
Kegiatan penanaman dilakukan menggunakan Drum Seeder Manual Empat Satu, sebuah alat sederhana yang membantu petani menanam benih padi secara langsung dengan jarak tanam yang lebih teratur. Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan metode budidaya padi yang lebih efektif, hemat tenaga, dan berorientasi pada peningkatan efisiensi usaha tani.
Selama ini, penanaman padi secara konvensional membutuhkan tenaga kerja yang relatif besar, terutama pada tahap persemaian dan pindah tanam. Melalui metode TABELA, benih yang telah dipersiapkan dapat ditanam langsung pada lahan menggunakan Drum Seeder. Penggunaan alat tersebut memungkinkan proses penanaman berlangsung lebih cepat dan membantu menghasilkan pola tanam yang lebih teratur.
Dengan demikian, petani memiliki peluang untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dalam kegiatan budidaya.Penerapan Drum Seeder Manual Empat Satu di Subak Piakan juga menunjukkan bahwa modernisasi pertanian tidak selalu harus menggunakan teknologi yang mahal dan rumit. Teknologi sederhana yang tepat guna, mudah dioperasikan, dan sesuai dengan kondisi petani justru dapat menjadi pilihan strategis dalam meningkatkan efisiensi budidaya.
Kegiatan penanaman padi ini terlaksana melalui kolaborasi antara Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Gianyar, BBRMP Bali, serta seluruh anggota Subak Piakan. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat adopsi inovasi teknologi pertanian. Penyuluh memiliki peran dalam memberikan pendampingan dan transfer pengetahuan, sementara petani menjadi pelaku utama yang menerapkan teknologi di lapangan.
Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung. Petani tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi dapat melihat dan mencoba secara langsung bagaimana Drum Seeder digunakan dalam proses penanaman.
Penerapan TABELA menggunakan Drum Seeder perlu dipandang sebagai bagian dari sistem budidaya padi modern. Keberhasilan teknologi ini tidak hanya ditentukan oleh alat tanam, tetapi juga oleh kualitas benih, persiapan lahan, pengaturan air, pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman, pemupukan, serta pemeliharaan tanaman secara keseluruhan.
Karena itu, pendampingan secara berkelanjutan menjadi penting agar teknologi yang diperkenalkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani. Evaluasi terhadap pertumbuhan tanaman, kebutuhan tenaga kerja, biaya produksi, serta hasil panen juga diperlukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan kelayakan penerapannya.
Kegiatan di Subak Piakan memperlihatkan bahwa lembaga tradisional seperti subak dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi pertanian. Kearifan lokal dalam pengelolaan pertanian dan sumber daya air dapat dipadukan dengan inovasi mekanisasi pertanian untuk menjawab tantangan pertanian masa kini.
Transformasi tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas, menghemat biaya produksi, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, dan menjaga keberlanjutan usaha tani. Penanaman padi seluas 1 hektare menggunakan Drum Seeder Manual Empat Satu di Subak Piakan bukan sekadar kegiatan tanam. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan langkah nyata memperkenalkan budaya kerja pertanian yang lebih efisien, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan dukungan pemerintah, penyuluh, BBRMP Bali, serta partisipasi aktif anggota subak, inovasi teknologi seperti TABELA diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada kawasan persawahan lainnya di Kabupaten Gianyar. Dari Subak Piakan, semangat pertanian modern kembali ditegaskan teknologi hadir bukan untuk menggantikan petani, tetapi untuk membantu petani bekerja lebih efisien, produktif, dan berdaya saing.
Sudarmini dan TIM